Qasim Mathar (Guru Besar)
Pesantren MATAHARI dusun Mangempang Maros
Maulid telah ada orang yang mencintai Nabi Muhammad secara sangat berlebihan sehingga melakukan hal yang mengundang tanya, apakah kecintaan kepada Nabi itu tidak lagi menyisakan walau sedikit pun kecintaan kepada yang lainnya? Di sebaliknya, telah ada pula orang yang membencinya secara berlebihan sehingga berbuat sesuatu yang mengundang tanya, masih tersisakah kebenciannya kepada orang selain Nabi Muhammad? Di dalam riwayat keagamaan Islam, adalah perempuan bernama Rabiah Al-Adawiyah telah menjadi contoh kecintaan yang sangat berlebihan kepada Nabi Muhammad. Sehingga saat ditanya apakah dia membenci setan, mistikus perempuan itu menjawab, "kecintaannya kepada Sang Nabi sudah menghapus seluruh rasa bencinya, hatta kepada setan sekalipun". Dalam riwayat keagamaan diceritakan orang-orang yang sangat membenci Sang Nabi itu hingga melampaui batas, ingin membunuhnya. Dalam riwayat keagamaan yang lebih luas, diceritakan para pembenci itu membunuh Nabi-Nabi mereka. Dalam acara memperingati kelahiran seorang nabi, pada umat Nasrani disebut Hari Natal dan pada umat Muslim disebut Maulid Nabi Saw., umat menunjukkan kecintaannya kepada Nabinya dalam wujud beraneka rupa. Wejangan keagamaan di acara itu tidak mustahil juga dituturkan secara berlebihan. Mungkin tidak sesuai lagi sebagai yang diwejangkan oleh Sang Nabi itu sendiri. Sikap berlebihan tidak dianjurkan. Bersikap tengah-tengah atau moderat adalah ajaran semua agama dan filsafat. Sikap berlebihan, berikutnya mengundang fanatisme. "Fanatisme merupakan kata yang berasal dari bahasa Latin fanaticus, yang memiliki arti amarah atau gangguan jiwa. Hal tersebut merupakan gambaran bahwa amarah yang terdapat dari seseorang yang fanatik merupakan luapan karena tidak memiliki faham yang sama dengan orang orang lain". Sedang, "Fanatisme agama adalah sikap meyakini agama secara dalam dan kuat. Hal tersebut sering mengakibatkan konflik di masyarakat, dan sulit untuk meredakannya. Pandangan orang lain yang fanatik terhadap beragama menganggap orang-orang yang berbeda keyakinan dengan mereka sebagai ancaman". Acara Maulid Nabi Muhammad Saw. dimaksudkan agar wahyu Alquran dan wejangan Nabi mampu mencerahkan umat untuk menjadi manusia berkeadaban. Jika diamati, ada saja acara Maulid yang menggiring umat menjauhi kehidupan yang berkeadaban. Indikasinya ialah, jika acara Maulid itu meluap-luapkan kebencian dan menyirnakan rasa cinta kepada sesama.