Assalamu alaiukum Wr. Wb.
Mengapa ada cinta yang begitu rapuh, mudah goyah dan akhirnya runtuh?
Mengapa ada kasih sayang yang begitu mudah layu, tidak berkembang lalu akhirnya mati?
Itu terjadi karena cinta tidak mempunyai dasar yang kuat dan kasih sayang tidak dirawat dengan pupuk yang benar?
Lalu apa yang seharusnya mendasari cinta sehingga ia abadi? Dan apa pula yang bisa menumbuhkan kasih sayang?
Jawabannya adalah IMAN dan KEPERCAYAAN
Maka tanamkanlah di dalam hati rasa cinta dengan benih iman kepada Allah dan tumbuhkanlah kasih sayang dengan pupuk kepercayaan.
Cinta yang sejati dan kasih sayang yang hakiki hanyalah yang dibangun di atas dasar iman kepada Allah dan kepercayaan terhadap orang yang dicintai. Tanpa iman, maka cinta itu hanyalah cinta buta dan tanpa kepercayaan, maka kasih sayang itu tidak lebih dari kasih sayang semu.
Apabila cinta dibangun di atas fondasi kepentingan dunia, maka ia tidak akan bertahan lama karena dunia sangat cepat mengalami perubahan. Ketika kepentingan dunia berganti dan berubah, maka secepat itu pula cinta akan goyah. Hal ini tentu berbeda dengan cinta yang dibangun di atas dasar iman kepada Allah swt.
Selain iman kepada Allah swt, maka cinta harus dirawat dengan rasa percaya terhadap orang yang dicintai. Kepercayaan itulah yang menjadikan seseorang akan selalu siap untuk berkorban demi orang yang dia cintai.
Dua orang yang saling mencintai karena iman kepada Allah swt akan dikumpulkan bersama di dunia dan disurga kelak. Di dalam hadis disebutkan:
عَنْ صَفْوَان قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ اَلْمَرْأُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
Artinya:
Dari Safwan, ia berkata: “Rasulullah saw. bersabda: “Seseorang akan bersama dengan (orang) yang ia cintai.
(HR. at-Tayalishi)
Oleh : Dr. H. Syahrir Nuhun, Lc. M.THi